Sejarah Desa

31 Januari 2017 19:18:39 WIB

Asal Usul Desa Ngembel

Ngembel merupakan nama salah satu desa yang berada di kawasan kabupaten Trenggalek. Nama Ngembel sendiri tidak lepas dari cerita masyarakat secara turun temurun. Pun begitu, cerita tentang babad desa menjadi demikian asing di telinga masyarakat kebanyakan, utamanya generasi muda karena kurangnya informasi dari orang tua.

Babad desa berawal dari sebuah kisah yang menceritakan seorang ksatria yang berasal dari daerah kulon, tepatnya Kecamatan Nglorok-Pacitan. Ksatria tersebut bernama Kertakusuma. Menurut sang empunya cerita, Kertakusuma melakukan pengembaraan ke Kecamatan Somoroto-Ponorogo. Ketika di Kecamatan Somoroto-Ponorogo, demi kepentingan politik, Kertakusuma menjalankan sebuah mandat untuk membunuh adipati dengan imbalan sebuah kadipaten. Kertakusuma pun berhasil membunuh adipati, namun pendukung adipati yang tidak terima oleh hal tersebut berniat membunuh Kertakusuma. Hal ini menyebabkan Kertakusuma melarikan diri ke daerah Kelutan-Trenggalek. Saat itu, Trenggalek masuk kedalam wilayah kekuasaan Bupati Ponorogo yang berada di bawah kekuasaan Kasunanan Surakarta. 

***

Keberadaan Kertakusuma masih dicari oleh pendukung Adipati. Kertakusuma pun yang masih merasa tidak nyaman memutuskan untuk melarikan diri ke Bonorowo ( Sekarang Bandung-Tulungagung). Di Bonorowo, Kertakusuma bertemu dengan Mbah Kliwon dan Mbah Umar. Pertemuan itu,  membuat Kertakusuma memutuskan untuk ikut tinggal sementara di Bonorowo. Menurut cerita, tempat tinggal tersebut sekarang di area beringin besar yang berada di belakang pasar tradisional Bandung.

Merasa keberadaan Kertakusuma masih kurang aman, Mbah Kliwon memerintahkan Kertakusuma untuk menepi ke kaki Gunung Sepikul, tempat saudaranya berada. Saudara Mbah Kliwon tersebut adalah Kalandaru, seseorang yang dalam masyarakat merubah nama menjadi Mbah Bodo setelah perang Diponegoro (1825-1830).

Pertemuan tersebut membuat Kertakusuma ikut tinggal bersama Mbah Bodo. Dengan  keadaan alam yang masih  asri membuat Kertakusuma mencari tempat yang lebih tinggi untuk melihat keadaan wilayah tersebut. Dari atas ketinggian, Kertakusuma dapat melihat  rumah di sebelah barat dan utara rumah  Mbah Bodo. Penampakan rumah yang masih sedikit namun bergerombol atau dalam bahasa Jawa disebut nggrembel.

***

Pada suatu hari, Mbah Bodo yang dikenal sebagai seorang tabib dimintai untuk mengunjungi salah satu warga yang memiliki sebuah penyakit kronis. Adapun penyakit tersebut adalah keluar banyaknya  umbel ( ingus ) dari lubang hidung. Sementara itu, Kertakusuma sambil memainkan  jenggot panjangnya berkata,Mbesuk yen ono rejaning jaman, wilayah iki arep tak jenengake Ngembel”. Kertakusuma memberikan nama tersebut tak lain karena pemandangan atas  kondisi rumah masyarakat yang nggrembel dan adanya orang yang memiliki penyakit umbel yang tidak bisa disembuhkan tersebut. Nama itulah yang kemudian dipakai hingga saat ini,  di mana Kertakusuma menjadi kepala adat pertama yang memimpin wilayah tersebut.

***

Menurut cerita, Kertakusuma memerintah daerah kekuasaannya tersebut dengan baik. Beliau pun rela menempuh perjalanan selama  lebih dari tiga bulan lamanya untuk membayar upeti ke kasunanan Surakarta ( Sekarang Solo ). Sebuah kebiasaan membayar upeti atau pajak daerah secara tepat waktu ini berlanjut di masyarakat Desa Ngembel sampai saat ini.

Pada suatu ketika, sesampainya di Kasunanan Surakarta, Kertakusuma disambut oleh Sultan Surakarta dan anak laki-lakinya. Kemudian dalam sebuah  penjamuan Kasunanan, anak laki-laki Sultan Surakarta sibuk memainkan  jenggot panjang Kertakusuma. Sultan yang merasa tak enak hati kemudian berujar,“ Ojo nesu yo, mbesuk masio desamu ciwut kenek gae panguripan desa liane”.

Kata-kata Sultan Surakarta itupun kian hari kian menjadi nyata. Banyak penduduk dari desa lain yang merasa terbantu dengan mencari nafkah di desa Ngembel. Maka untuk menghormati jasa Mbah Kliwon yang telah mengutus Kertakusuma untuk ke wilayah ini, masyarakat desa memilih hari dengan  pasaran kliwon jika akan diadakan acara bersih desa.

 

Adapun  untuk urutan kepemimpinan Desa Ngembel mulai babad sampai hari ini adalah sebagai berikut

 

  1. Kertakusuma
  2. Dariyo
  3. Singorejo
  4. Komejo
  5. Singorawi
  6. Karto
  7. Sonorawi
  8. Sopiro
  9. Karsono
  10. Sukidi
  11. Yasni
  12. Priyanto
  13. Sumani
  14. Radis

 

 

 

Narasumber dari

  1. Karsono
  2. Sopiro
  3. Sukarni

 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

Lokasi Ngembel

tampilkan dalam peta lebih besar